Nyantri & Berwirausaha: di MTsN 5 Kulon Progo
- Rabu, 11 Februari 2026
- Administrator
- 0 komentar
- Dilihat 375 kali
Kulon Progo (MTsN5KP) – Semangat kewirausahaan (edupreneur) dikobarkan di kalangan siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Kulon Progo. Madrasah yang terintegrasi dengan Pondok Pesantren Da’watul Islamiyah Madigondo ini secara aktif membekali anak didiknya dengan keterampilan nyata mengolah potensi lokal, salah satunya kopi, menjadi produk bernilai jual tinggi. Pelatihan edupreneur bertajuk pengolahan kopi pun digelar, Sabtu (7/2/2026) bertempat di Warung Kopi Marwiyah.

Kepala MTsN 5 Kulon Progo, Farida Rahmawati, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan insidental. “Program edupreneur ini adalah bagian tak terpisahkan dari program unggulan kami, NYANTRI (Nyinau Agama Terintegrasi), yang telah berjalan sejak 2022 di pesantren ini. Ini adalah wujud konkret pendidikan holistic; mengasah iman dan takwa sekaligus membekali life skill dan jiwa kemandirian sejak dini sekaligus menjalankan program mandatori Kementerian Agama Zona Integritas yang berdampak,” ujarnya.

Untuk memastikan siswa mendapatkan ilmu dari pelaku usaha langsung, madrasah menghadirkan pemilik usaha Kopi Marwiyah Madigondo sebagai pemateri utama. Dalam pelatihan yang diikuti puluhan siswa itu, dipaparkan secara detail seluk-beluk mengolah kopi. Mulai dari teknik pemilihan biji, metode penyeduhan yang tepat, inovasi rasa yang unik, hingga strategi penyajian yang menarik agar disukai konsumen dan memiliki nilai jual premium. “Kami ingin siswa tidak hanya teori. Mereka harus peka terhadap peluang di sekitar mereka. Kopi Madigondo ini potensi lokal yang bisa digarap dengan sentuhan kreatif,” jelas pemateri dari Kopi Marwiyah.

Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan. Mereka tidak hanya mendengar, tetapi juga langsung mempraktikkan cara membuat berbagai varian minuman kopi di bawah bimbingan narasumber. Farida menambahkan, program ini sejalan dengan visi Kementerian Agama dalam penguatan pendidikan madrasah yang berkarakter dan berdaya saing. “Target kami sederhana, menumbuhkan mental wirausaha. Dari sini, semoga muncul generasi muda madrasah yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan, dimulai dari hal-hal sederhana seperti mengolah kopi,” pungkasnya.

Ke depan, pelatihan serupa akan terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak pelaku usaha lokal dan mengangkat berbagai potensi daerah lainnya, sebagai bagian dari komitmen membangun kemandirian ekonomi siswa. (ism/jkp)
Artikel Terkait
Hangat Kebersamaan, MTsN 5 Kulon Progo Gelar Kembul Bujana Ketupat di Hari Pertama Masuk
Selasa, 31 Maret 2026
Peduli Lingkungan, MTsN 5 Kulon Progo Raih Penghargaan Madrasah Adiwiyata Kabupaten
Selasa, 31 Maret 2026
Langkah Nyata Menuju WBK, MTsN 5 Kulon Progo Terima Penghargaan Zona Integritas
Selasa, 31 Maret 2026
Hangatnya Silaturahmi, MTsN 5 Kulon Progo Gelar Halalbihalal di Hari Pertama Masuk Madrasah
Senin, 30 Maret 2026
Menyentuh Hati, Kyai Ali Mustofa Sampaikan Hakikat Kenikmatan Tertinggi dalam Halal Bihalal MTsN 5 Kulon Progo
Senin, 30 Maret 2026
Lestarikan Tradisi Lebaran, Siswa MTsN 5 Kulon Progo Belajar Membuat Ketupat di Masjid Jabal Thoriq
Jum'at, 13 Maret 2026
Al-Qur’an sebagai Kompas Pergaulan Remaja dalam Pesantren Ramadhan MTsN 5 Kulon Progo
Jum'at, 13 Maret 2026